Banyuwangi – Bidikpos.Com // Ratusan warga Kampung Ujung, Kecamatan Banyuwangi, mendatangi Mapolresta Banyuwangi guna mengawal proses hukum kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang tukang suud yang diduga dilakukan oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia, Senin (11/5/2026). Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Dalam aksi itu, Ketua Petaka Gerakan Massa, Nanang Slamet, S.H., M.Kn., turun langsung bersama masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada korban serta mendesak aparat penegak hukum agar segera mengambil keputusan tegas terkait kasus tersebut. Menurutnya,
Masyarakat menginginkan kepastian hukum tanpa pandang bulu.
Nanang Slamet menegaskan, kedatangan warga ke Polresta Banyuwangi merupakan bentuk kepedulian terhadap rasa keadilan masyarakat kecil. Ia meminta agar proses hukum berjalan transparan dan profesional, mengingat kasus tersebut telah menjadi perhatian publik di wilayah Banyuwangi.
Sementara itu, korban penganiayaan turut mendapat pendampingan hukum dari pengacara Rozzaki Mochtar SH. Pihak kuasa hukum menyampaikan bahwa korban mengalami tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum, sehingga pihaknya berharap kepolisian segera menetapkan langkah hukum yang jelas terhadap terduga pelaku.
Massa yang hadir diperkirakan mencapai ratusan orang dan terus memadati area sekitar Mapolresta Banyuwangi. Mereka membawa aspirasi agar aparat segera memberikan kepastian terkait penanganan perkara tersebut. Situasi di lokasi tetap kondusif meski pengamanan diperketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam orasinya, sejumlah warga menyampaikan bahwa apabila hingga hari ini belum ada keputusan yang dianggap memenuhi rasa keadilan, maka aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali dilakukan. Mereka berharap aparat kepolisian mampu merespons tuntutan masyarakat secara bijak dan cepat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polresta Banyuwangi masih melakukan proses pemeriksaan dan pendalaman terhadap laporan yang telah masuk. Masyarakat berharap penanganan kasus tersebut dapat berjalan objektif demi menjaga ketertiban dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Banyuwangi.
Tim Redaksi
