Jakarta – Peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan selama ini kerap menjadi sorotan masyarakat. Banyak pihak menilai jaringan narkoba di dalam lapas sulit diberantas karena adanya keterlibatan oknum tertentu yang diduga ikut bermain dalam praktik haram tersebut.
Namun, hadirnya dua tokoh yang dikenal masyarakat sebagai “Agus Kuadrat” kini menjadi perhatian publik, khususnya di Bali dan Jawa Timur. Langkah tegas mereka dalam memantau dan mengawal pemberantasan narkoba disebut mampu mengguncang jaringan mafia bandar narkoba yang selama ini bergerak secara tersembunyi.
Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pemerintah dalam membersihkan lapas dari peredaran narkoba. Ia menyatakan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi bandar maupun oknum yang terlibat.
Menurut Agus Flores, selama ini banyak pihak kerap menyudutkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait maraknya narkoba di dalam lapas. Namun kini, dirinya siap berada di garda depan untuk membantu pengawasan dan penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Kalau ada yang bermain narkoba di lapas, kami sikat. Termasuk apabila ada oknum penjaga lapas yang terlibat, juga akan ditindak,” tegas Agus Flores dalam keterangannya kepada media.
Ia juga mengingatkan para oknum petugas maupun warga binaan agar segera bertobat dan menghentikan segala aktivitas yang berkaitan dengan narkoba. Agus menilai peredaran narkoba telah merusak generasi bangsa dan menjadi dosa besar yang dampaknya sangat luas di tengah masyarakat.
Untuk memperkuat pengawasan, Agus Flores mengaku telah menugaskan ratusan wartawan Fast Respon Counter Polri di berbagai wilayah Jawa Timur guna memonitor aktivitas peredaran narkoba. Ia memastikan pengawasan akan dilakukan secara serius hingga ke titik-titik yang selama ini diduga menjadi jalur peredaran gelap narkotika.Pubgkasya,”
(Pimpinan Redaksi)
