BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Hal ini ditandai dengan digelarnya panen raya padi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Selasa (28/7).
Dari total luas area SAE Paswangi yang mencapai 2,2 hektar, lahan seluas 1 hektar yang ditanami padi varietas Siliwangi kini telah siap dipanen. Pada periode panen kali ini, produksi padi diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 2,4 ton gabah.
Proses pemetikan hasil panen dilakukan secara simbolis oleh Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas Banyuwangi pada area persawahan SAE Paswangi.
Kalapas Banyuwangi, Solichin, menyampaikan bahwa kegiatan panen ini bukanlah yang pertama kali, melainkan bagian dari siklus pertanian yang terus berkelanjutan dan terkelola dengan baik di SAE Paswangi.
“Panen kali ini sudah yang kesekian kalinya kita laksanakan. Ini menjadi bukti nyata bahwa lahan SAE Paswangi terus menunjukkan tingkat produktivitas yang tinggi dan konsisten,” ujar Solichin.
Solichin menjelaskan, keberhasilan panen ini tidak lepas dari peran aktif Warga Binaan yang menjalani program asimilasi. Lahan SAE Paswangi tidak hanya difungsikan sebagai lumbung ketahanan pangan internal Lapas, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan keterampilan secara praktis.
“Seluruh area di SAE Paswangi kami pastikan termanfaatkan secara optimal, tidak ada lahan yang mangkrak atau nganggur. Selain padi, kami juga mengembangkan berbagai varietas komoditas pertanian lain, seperti jagung, cabai, hingga bermacam jenis sayuran,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak Lapas Banyuwangi menegaskan akan terus konsisten memanfaatkan potensi lahan SAE Paswangi secara maksimal melalui diversifikasi komoditas pangan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bertani yang solutif bagi Warga Binaan saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.
(Tim Redaksi)
