Banyuwangi — Bidukpos.Com // Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPRD Banyuwangi digelar pada Senin (4/5/2026) guna membahas persoalan reklamasi tambang pasir di wilayah Badean, Kecamatan Blimbingsari. Agenda tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi berbagai pihak terkait aktivitas tambang galian C yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Dalam forum tersebut, pelapor dari Garuda Sakti Bersatu menyampaikan sejumlah pandangan terkait aktivitas reklamasi tambang pasir yang dinilai perlu mendapatkan perhatian bersama, khususnya menyangkut dampak lingkungan, tata kelola lahan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat sekitar.
Namun demikian, sejumlah warga yang tinggal di sekitar area tambang menyampaikan pandangan berbeda. Mereka menegaskan bahwa keberadaan tambang pasir di wilayah Badean bukanlah hal baru, melainkan sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum pengelolaan yang berjalan saat ini.
Menurut keterangan warga terdampak, keberadaan area galian justru memberikan manfaat dalam kondisi tertentu, khususnya saat musim hujan. Wilayah Badean yang dikenal rawan banjir dinilai terbantu dengan adanya cekungan bekas galian yang mampu menampung debit air sementara.
“Dari dulu sebelum ada pengelola yang sekarang, lokasi itu memang sudah jadi area tambang. Kalau hujan deras dan banjir datang, genangan di area itu bisa mengurangi luapan air ke pemukiman,” ujar salah satu warga Badean dalam keterangannya.
Pernyataan warga tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan di DPRD Banyuwangi, karena menunjukkan adanya sudut pandang masyarakat yang langsung merasakan dampak di lapangan. Hal ini dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum diambil keputusan terkait reklamasi maupun penataan ulang kawasan tambang.
Komisi IV DPRD Banyuwangi menegaskan bahwa seluruh masukan, baik dari pelapor, pengelola, maupun masyarakat sekitar, akan menjadi dasar evaluasi agar kebijakan yang diambil tetap mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan kepentingan masyarakat luas.
Dengan adanya RDPU ini, diharapkan polemik reklamasi tambang pasir di Badean dapat menemukan solusi terbaik, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam, pengendalian banjir, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat sekitar.
(Tim Redaksi)
